poster reklatam

Pertambangan merupakan salah satu sektor usaha yang menopang keberhasilan pembangunan, terutama di daerah terpencil. Selain berkontribusi besar bagi penerimaan negara, pertambangan turut membantu optimalisasi penggunaan lahan, menambah lapangan pekerjaan dan memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pertambangan potensial di negara kita antara lain, mineral, batu bara serta minyak dan gas bumi.

Kagiatan pertambangan merupakan aktivitas eksplorasi dan eksploitasi yang memiliki efek samping. Lahan sisa hasil proses pertambangan ini disebut lahan bekas tambang. Biasanya sering ditemukan lubang-lubang bekas pengerukan dari berbagai jenis lapisan tanah. Degradasi tak hanya berupa perubahan sifat fisik dan kimia tanah, melainkan ikut menyebabkan penurunan jumlah flora, fauna serta mikoorganisme tanah. Sebagai hasil akhirnya, tanah mengalami penurunan tingkat kesuburan dan strukturnya menjadi kurang baik. Dengan demikian, reklamasi perlu dilakukan sebagai upaya penanggulangan.

Reklamasi merupakan kegiatan yang bertujuan memperbaiki lahan pasca aktivitas penambangan. Kegiatan reklamasi yang sering dilakukan diantaranya revegetasi untuk memulihkan kondisi fisik, kimia dan biologis tanah. Namun, kegiatan sebelum revegetasi yang fundamental untuk dilakukan adalah perbaikan kondisi fisik tanah bekas tambang. Institut Pertanian Bogor melalui unit pelatihannya IICT akan menyelenggarakan pelatihan “Teknik Perbaikan Tanah Pasca Tambang Mineral, Batubara dan Migas” pada tanggal 26-28 Mei 2015 bertempat di IPB Science Park, Taman Kencana, Bogor.

Topik-topik yang akan dibahas dalam pelatihan ini antara lain:

  1. Karakterisasi kondisi tanah bekas tambang
  2. Strategi peningkatan kualitas tanah bekas tambang
  3. Mengenal material pembenah tanah
  4. Evaluasi dan monitoring keberhasilan reklamasi tambang

Serta dilengkapi dengan praktik lapang selama 2 hari:

  1. Kunjungan ke laboratorium kimia tanah
  2. Mempelajari beberapa jenis tanah yang umum dijumpai di lokasi tambang
  3. Praktik pembuatan dan pemekaian beberapa bahan pembenah tanah

Adapun para ahli yang menjadi fasilitator dalam pelatihan ini, diantaranya:

  1. Dr. Ir. Iskandar (Ahli tanah dan mineralogi liat)
  2. Dr Gunawan Djajakirana (Ahli bahan organik tanah, kerusakan lahan dan remediasinya
  3. Dr Suwardi (Ahli klasifikasi tanah, kompos dan bahan ameliorant serta survei dan evaluasi lahan)
  4. Dr. Ir. Dyah Tjahyandari (Ahli kimia dan mineralogi tanah serta teknologi tanah)

Peserta yang disarankan mengikuti pelatihan ini:

  1. Staff Health Safety Environment (HSE) dan pelaksana reklamasi serta revegetasi di lapangan
  2. Supervisor tambang mineral, batu bara, operasi minyak dan gas bumi
  3. Kontraktor revegetasi/reklamasi
  4. Foreman/mandor revegetasi
  5. Staf persemaian dan penanaman

Metode:

  • Presentasi: 30%
  • Diskusi : 20%
  • Praktikum/kunjungan lapang: 50%

Investasi:

  • Regular Paket Standar (tanpa penginapan): Rp 6.000.000
  • Reguler Paket Residential (dengan penginapan) : Rp 7.500.000

Fasilitas:

Standar

Sertifikat, makan siang, coffee break, modul training, training kit

Residential

memperoleh fasilitas yang sama dengan paket standar dengan tambahan penginapan, transportasi dari penginapan ke lokasi pelatihan, sarapan dan makan malam

Selengkapnya mengenai pendaftaran silakan klik disini.