Retail foodservice dilaporkan sebagai tempat dengan kejadian kasus keracunan makanan (foodborne ilness) tertinggi. Bagaimana ini bisa terjadi? Padahal mungkin saja produsen maupun costumer merasa sangat yakin bahwa aman untuk menikmati hidangan di restoran. Mikroorganisme bisa saja masuk bersama tamu yang datang, dan terdapat pada proses rantai pangan. Bila produsen tidak mengikuti prosedur penerimaan bahan baku dari pemasok yang terjamin keamanan pangannya, pendinginan dan penyimpanan yang baik, proses memasak, pemanasan dan penyajian untuk mengurangi risiko, patogen bisa saja bertahan dan menimbulkan bahaya kesehatan. Para pekerja khususnya penjamah makanan juga dapat menjadi penyebab kasus ini, terutama bila mereka mengolah makanan dalam keadaan sakit.

Restoran, hotel, katering (horeka) dan rumah sakit sebagai usaha yang bergerak dibidang jasa makanan dan minuman mempertaruhkan nama baik dan kepercayaan pelanggan bila foodborne ilness terjadi, bahkan harus mengeluarkan biaya yang besar sebagai ganti rugi. Oleh sebab itu, baik pemilik, operator, manager maupun staf pekerja harus terus menerapkan, memastikan dan mengevaluasi bahwa usaha mereka telah melakukan praktik-praktik manajemen keamanan pangan yang terstandar. HACCP sudah dikenal luas sebagai perangkat mengendalikan keamanan pangan. Namun, penerapan HACCP pada industri horeka sedikit berbeda pendekatannya dengan sistem yang diterapkan pada industri pangan yang dikelola skala besar/pabrik.

Training Penerapan & Evaluasi HACCP pada Rumah Sakit dan Horeka akan diselenggarakan pada tanggal 28-30 Juli 2016 bertempat di IPB Science Park, Taman Kencana, Bogor.

Peserta yang disarankan mengikuti pelatihan ini:

  1. Bagian QC/QA
  2. Bagian unit pelayanan makanan rumah sakit
  3. Ahli gizi/kepala instalasi gizi rumah sakit
  4. Manajer/staf F&B hotel
  5. Manajer/staf produksi (sanitarian/hygiene) restoran dan katering
  6. Auditor keamanan pangan
  7. Personel pada lembaga akademik bidang gizi, pangan dan kesehatan masyarakat (dosen, peneliti, mahasiswa)
  8. Fresh graduate yang ingin memiliki kompetensi penjaminan keamanan pangan
  9. Perseorangan yang memiliki usaha bidang pangan

Trainer yang akan memfasilitasi training ini diantaranya adalah:

Prof Dr Ahmad Sulaeman, MS (Guru Besar Gizi Masyarakat IPB, pakar keamanan pangan & gizi)
Drh Novia Priyana (Praktisi HACCP dan pakar regulasi pangan)

Ir. Yus Elidawati (Praktisi keamanan pangan (QA/QC) dan pakar regulasi pangan halal
Ir. Heru Sumaryanto (Lektor Kepala Bidang Pengendalian Mutu Hasil Perikanan & Pengembangan Produk Baru)

Topik training akan disampaikan dengan metode presentasi (45%) juga praktek dan simulasi (25%) serta diskusi (30%). Adapun topik yang akan dibahas pada training ini adalah:

  • Manajemen keamanan dan mutu pangan
  • Pre-requisite program (PRP) HACCP
  • Kebijakan pemerintah terkait pelayanan makanan di rumah sakit, hotel, restoran dan katering
  • Prinsip-prinsip HACCP
  • Penerapan HACCP di rumah sakit dan horeka
  • Praktik penyusunan HACCP plan/RJMP
  • Akreditasi dan sertifikasi HACCP

Investasi untuk mengikuti training ini adalah sebesar Rp 4.000.000,00 (tanpa penginapan) dan Rp 5.500.000,00 (dengan penginapan). Fasilitas yang diperoleh diantaranya: sertifikat, makan siang, coffee break, modul pelatihan,training kit dan suvenir untuk paket tanpa penginapan. Sedangkan peserta dengan paket penginapan akan memperoleh fasilitas yang sama ditambah dengan: penginapan, transportasi dari penginapan ke lokasi pelatihan, sarapan dan makan malam

HACCP Horeka