Organisme pengganggu tanaman (OPT) merupakan salah satu faktor pembatas pada hasil produksi komoditas pertanian. Hingga saat ini penggunaan pestisida masih menjadi teknik pengelolaan OPT yang efektif dan efisien, sehingga relatif lebih disukai dibanding teknik pengelolaan OPT lainnya. Sebagai konsekuensi dari kebutuhan pestisida yang besar adalah industri pestisida mengalami pertumbuhan pasar yang pesat.

Salah satu komponen penting dalam proses pemasaran produk pada sebuah perusahaan pestisida di Indonesia adalah tenaga lapang (field staff). Kompetensi, kecakapan dan keluwesan tenaga lapang ini diharapkan dapat mendampingi petani dalam budidaya tanaman serta pengelolaan OPT di lapangan. Secara tidak langsung kompetensi tenaga lapang ini akan sangat berpengaruh dalam proses penjualan produk kepada konsumen. Adapun beberapa kompetensi yang penting dimiliki oleh tenaga lapang industri pestisida yaitu: keahlian komunikasi dalam pemasaran, sera keahlian teknis (yang meliputi pemahaman tentang aplikasi pestisida yang aman, efektif, efisien dan bertanggungjawab terhadap lingkungan, penggunaan dan kalibrasi alat aplikasi, titik kritis budidaya tanaman).

Sebagai upaya mendukung penyiapan sumberdaya manusia (SDM) yang handal dalam proses pendampingan untuk penggunaan pestisida yang bertanggungjawab Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui IPB International Certified Training (ipbtraining.com) menyelenggarakan TRAINING PENINGKATAN KEAHLIAN TEKNIS DAN PEMASARAN TENAGA LAPANGAN PADA INDUSTRI AGROCHEMICAL 2017 pada tanggal 25 – 27 Oktober 2017 bertempat di IPB Science Techno Park Taman Kencana, Bogor. Training ini bertujuan untuk menyiapkan SDM pemasar industri pestisida, pendamping petani serta penyuluh agar memiliki pemahaman yang komprehensif dalam upaya pengendalian OPT di lapangan.

Peserta yang direkomendasikan untuk mengikuti training ini diantaranya:

  • Agronomist/ tenaga lapang/ field staff industri agrochemical nasional dan multinasional
  • Akademisi (dosen dan mahasiswa), perorangan, konsultan serta lulusan yang akan terjun dalam bidang penyuluhan dan industri agrochemical
  • Pemerintah daerah (Dinas perkebunan daerah, penyuluh OPT pertanian)

Trainer yang akan memfasilitasi training ini diantaranya adalah:

  • Dr Darda Efendi (Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB)
  • Suhara Suradireja (Pakar dan praktisi teknik aplikasi pestisida)
  • Charles Ferry Antameng (Pakar dan praktisi pendaftaran pestisida)
  • Dr Widodo (Klinik tanaman IPB)
  • Joangsah Dachlan, MM (Pakar dan praktisi pemasaran industri agrochemical)

Topik training akan disampaikan dengan metode presentasi dan diskusi (75%) juga praktek dan simulasi (25%). Adapun topik yang akan dibahas pada training ini adalah:

  • Titik kritis budidaya tanaman pangan dan hortikultura
  • Pengendalian OPT penting tanaman pangan dan hortikultura
  • Teknik aplikasi pestisida yang efektif dan efisien pada tanaman perkebunan dan HTI
  • Penggunaan pestisida yang aman dan ramah lingkungan
  • Teknik kalibrasi
  • Pasar dan pemasaran pestisida
  • Teknik komunikasi dan presentasi

Investasi untuk mengikuti training ini adalah sebesar Rp 3.500.000,00 (tanpa penginapan) dan Rp 5.000.000,00 (dengan penginapan). Fasilitas yang diperoleh diantaranya: modul pelatihan, sertifikat, makan siang, coffee breaktraining kit untuk paket tanpa penginapan. Sedangkan peserta dengan paket penginapan akan memperoleh fasilitas yang sama ditambah dengan: penginapan, transportasi dari penginapan ke lokasi pelatihan, sarapan dan makan malam

#institutpertanianbogor #trainingpestisida #ipbtraining #hamatanamanpangan #penyakittanamanpangan #hamahortikultura #gulma #penyakithortikultura #hamapadi #penyakitpadi #hamajagung #penyakitjagung #hamakentang #penyakitkentang #hamacabai #penyakitcabai #hamabawangmerah #penyakitbawangmerah #pestisida #pestcontrol #pengendalianhama #hamapertanian #pestisida #lingkungan #pengendalianhamaterpadu